Cerita kota pekanbaru riau terkini berita masyarakat melayu

Pekanbarukita.com
Tempat Review Hotel & More
Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Saturday, September 6, 2008

Sikap Pemimpin Riau


Pagi ini ketika menunggu istri belanja di pasar senapelan Pekanbaru, siaran RRI memberitakan adanya polemik setelah kampanye pertama para calon gubernur Riau di hadapan DPRD kemarin.

Apa yang menjadi polemik tersebut? Rupa-rupanya ada perkataan dari salah satu calon wakil gubernur yang dianggap telah mendeskreditkan/menyinggung
seorang bekas wakil gubernur terdahulu. Sampe-sampe partai dari eks wakil gubernur tsb (PPP) berencana akan menarik dukungannya terhadap pasangan yang telah mengeluarkan pendapat itu.

Dari kejadian ini saya hanya bisa mengelus dada, melihat betapa kita belum mampu untuk menjadi dewasa secara politik. Tapi masih dapat di maklumi, karena ini adalah Pilkada langsung pertama unutk daerah Riau. Saya bukan orang politik, dan gak ngerti sama sekali dengan politik. Tapi sebagai orang awam, saya hanya ingin semuanya ini dijalani dengan gentle. Bersih dan tidak ada black campaign (kata orang amerika)

Politik memang tidak mengenal Hitam atau Putih. Semuanya Abu-abu. Apa yang tidak hari ini bisa menjadi iya setelah ada lobi-lobi politik. Itulah kenapa kehidupan para politikus selalu dihiasi dengan rapat, rapat dan rapat. Ujung-ujungnya untuk menemukan jalan terbaik unutk semua pihak.

Tinggal tentukan pilihan anda, pilihlah orang yang bersih dan sesuai dengan hati nurani masing-masing. Untuk para calon gubernur, mohon tunjukkan sikap yang simpatik dan mencerminkan pemimpin Riau yang tepat untuk masa depan.
Gambar dari : riauterkini.com

baca seluruhnya....

Saturday, August 2, 2008

SK PNS Pekanbaru (Dampak Buruknya)


Hari ini saya mendapat undangan syukuran seorang tetangga dekat rumah yang sudah menerima SK diangkat menjadi PNS di lingkungan kantor Kehutanan kota Pekanbaru. Melihat perjalanannya menjadi PNS, saya turut simpati karena dia telah menjalani status sebagai honor selama 13 tahun. Ia mulai masuk sewaktu tamat SMA.

Dahulu kalau menurut saya ia memang rajin sekali. Berangkat dari rumah selalu pukul setengah delapan pagi menuju kantornya di daerah Panam. Tapi sudah dua bulan ini saya melihat kejanggalan dari cara bekerja
dia sekarang. Dia tetap berangkat jam setengah delapan pagi, tetapi jam setengah sembilan sudah berada kembali di rumahnya untuk menggendong dan bercengkrama dengan buah hatinya. Lalu berangkat kekantor lagi pukul setengah du belas siang. Lalu pulang lagi untuk makan siang dan istirahat. Kemudian ke kantor lagi jam setengah empat sore.

Karena penasaran, sayapun bertanya kepadanya kemarin, " apa tidak takut di tegur atasan karena selalu pulang kerumah?" Jawaban yang saya dengar sangat mengejutkan....
"Kalau sekarang aku gak takut2 lagi karena sudah ada SK, Kalo dulu iya takut..."
"Sekarang bos ku mana bisa pecat aku sembarangan...kau kan sudah pegawai negeri tetap.."

Terus terang saya shock mendengar jawaban tersebut. Semua kekaguman saya akan perjuangannya melewati masa honorer itupun menjadi sirna mendengar jawaban khas dari seorang pegawai negeri sipil. Dimanakah letak hati nurani kita kalau saja jawaban seperti itu menjadi biasa di kalangan PNS? Bukankah mereka menjadi PNS ialah untuk mengabdi kepada masyarakat? gaji dan seluruh tunjangan itu berasal dari rakyat yang membayar pajak. Lalu kenapa masih seperti ini? Pertanyaan yang tak pernah saya temukan jawabannya.

Mudah-mudahan saja oknum PNS seperti ini hanya segelintir adanya di Lingkungan Pemerintahan Kota Pekanbaru. Karena saya takut membayangkan kalau ini sudah menjadi budaya dan tidak ada tindakan pencegahannya.

baca seluruhnya....

Thursday, June 5, 2008

Warna-warni hidup di Pekanbaru


Hampir seminggu saya tidak update blog ini, karena keluarga saya di timpa kemalangan hari sabtu(31/5) yang lalu. Tak perlu saya sebutkan apa, tetapi biarlah saya mengambil hikmah dari kejadian itu.

Terlintas sebuah lagu dari William Brothers dalam mobil saya siang ini yang begitu menyentuh hati :


I'm going to live my life
Like every day's the last
Without a simple goodbye
It all goes by so fast

And now that you're gone
I can't cry hard enough
No I can't cry hard enough
For you to hear me now

Gonna open my eyes
And see for the first time
I've let go of you like
A child letting go of his kite

There it goes up in the sky
There it goes beyond the clouds
For no reason why
I can't cry hard enough
No I can't cry hard enough
For you to hear me now

I'm going to look back in vain
And see you standing there
When all that remains
Is just an empty chair

And now that you're gone
I can't cry hard enough
No I can't cry hard enough
For you to hear me now

.........

Kota ini (pekanbaru) memberikan banyak warna dalam kehidupan saya .... Ada warna cerah dan ada warna gelap. Semua datang silih berganti. Namun satu yang pasti.. Kita akan mengalamai itu semua....

baca seluruhnya....

Wednesday, May 21, 2008

Panas Vs Dingin


Kog rasa-rasanya panas di kota pekanbaru hampir sebulan ini luar biasa sekali. Hampir semua teman, kenalan bahkan setiap orang yang saya temui di bagian mana saja kota ini sependapat dengan hal ini. Beberapa hari yang lalu saya membaca ulasan di sebuah harian di kota pekanbaru tentang hal ini. Ini sebenarnya sudah menjadi efek samping dari habisnya hutan liar di kawasan riau dan berganti dengan bertambahnya lahan kelapa sawit.

Secara alami pohon sawit ternyata menghabiskan lebih dari
12 liter air perhari untuk setiap harinya. Dapat di byanagkan erapa juta liter yang lenyap setiap hari kalo di hitung dari jumlah pohon yang ada di propinsi riau. Otomatis berkurangnya komposisi air di tanah akan turut menyebabkan tingkat kekeringan yang semakin tinggi. Jadi kalo kemudian terjadi peningkatan suhu yang diatas rata-rata untuk daerah yang memiliki kawasan kebun sawit yang sangat luas, itu sudah sebuah konsekuensi.

Nah bagaimana lagi kita harus menyikapinya? Pengennya sih kalo bisa semua pada buka baju di tengah hari :) (becanda...) atau bejemur seperti gambar di atas. Saya ada pengalaman di hari libur kemarin karena panasnya cuaca, saya nekat mandi jam 11 siang. Ternyata setelah mandi badan saya langsung meriang-meriang! Mungkin tubuh ini terkejut mengalami perubahan suhu dari panas ke dingin dengan tiba-tiba :) Kepala semakin berat dan akhirnya saya harus menghabiskan satu hari libur kemarin dengan istirahat total. Saya hanya bisa berdoa semoga hujan kembali turun membasahi bumi lancang kuning ini. Biar bisa sedikit menyejukkan kota yang semakin panas ini.

Pesan saya, kalo habis berkeringat banyak, jangan langsung mandi. Istirahatkan sebentar tubuh anda sembari menunggu kering keringat di bandan baru kemudian silahkan mandi :)

baca seluruhnya....

Wednesday, May 14, 2008

Black List !.....?$%&*#@


Kejadian dua hari yang lalu : .........
Bulan maret lalu saya mengajukan aplikasi permohonan kredit KPR di salah satu bank di pekanbaru. Karena belum juga mendapat panggilan dan kaeana ingin tahu bagaimana status aplikasi saya maka sayapun menelepon ke bank tsb. Ternyata account officer yang pertama menghandle apliaksi saya telah resign. Sehingga file saya pun terpaksa harus di cari ulang oleh mereka.

Hampir sebulan kemudian saya mendatangi langsung ke bank ybs untuk mencek status aplikasi kredit saya. Sayapun bertemau seorang AO yang baru. Dan saya mendapat sebuah kabar yang sangat mengejutkan : .....

"istri bapak masuk black list Bank Indonesia" begitu katanya. Seperti tersambar petir di siang bolong karena setahu saya istri saya gak pernah pegang kartu kredit manapun. Lalu istri saya bertanya dari bank mana dan jumlahnya berapa. Kamipun di tunjukkan laporan dari BI dengan tagihan sebesar Rp.1.500.000,- semenjak tahun 2002. Jadi kalo di hitung bunga berbunga sekarang menjadi Rp. 12 jutaan lebih. Ini adalah tagihan dari kartu kredit BNI Jakarta.

Dengan perasaan malu kamipun pulang sambil mengingat-ingat apakah pernah punya utang di sana. Setelah semalaman, akhirnya istri saya ingat bahwa sebelum ia pindah ke pekanbaru di tahun 2001, ia pernah mengaplikasi kartu kredit melalui sales kartu kredit di jakarta tetapi bukan ke bank BNI. Kalo tak salah bank Panin. Sebelum pulang ke pekanbaru semua tagihan ke sana telah diselesaikan dan kartu itu ditutup.
Jadi kog bisa muncul kartu kredit dari bank BNI?

Saya lalu menyuruh istri untuk langsung menghubungi BNI Card Center yang di jakarta untuk minta penjelasan. Dan pembaca tahu apa yang terjadi...?
Pihak BNI pun menceritakan kronologisnya seperti ini.

Telah ada aplikasi permohonan kartu kredit a/n istri saya dan telah dikirimkan kekantor lama istri saya. Siapa yang mengaplikasi? Kami menduga itu adalah ulah para sales freelance kartu kredit disana. Karena istri saya tidak lagi bekerja dan tinggal di jakarta, maka ada seorang teman istri saya yang dengan keinginan sendiri membawa kartu kredit baru itu ke BNI Card Center dan meminta persetujuan dari BNI Card Center disana untuk memakai kartu tersebut dan bersedia untuk membayar pemakaiannya kelak.
Pihak BNI pun menyetujui dan ini berlangsung sampai tahun 2004. Ketika teman tersebut tidak lagi sanggup membayar dan tidak diketahui dimana berada.

Istri saya sangat marah kepada pihak BNI Card centre yang secara sepihak telah menyetujui pemakaian kartu tsb yang mangakibatkan rusaknya nama baik kami.
kamipun disarankan membuat surat keberatan dan hari itu juga kami fax ke BNI Card Center Jakarta. Mereka menjanjikan akan memperoses secepatnya sambil minta bantuan kami untuk dapat menanggung sedikit dari beban tersebut.

Waduh,.... ampun deh. Semoga pengalaman kami ini tidak dialami oleh anda-anda nantinya. Berhati -hatilah untuk memberikan data dan identitas diri terutama kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai.

baca seluruhnya....

Friday, May 2, 2008

Inikah Sifat Warga Pekanbaru ?


Sudah hampit tiga hari ini kota pekanbaru begitu panas sekali udara rasanya. Apalagi kalau tengah hari disaat sedang tugas ke luar kantor. Ampuun.... keringat sampe membasahi baju kerja. Saya tak tahu apakah ini salah satu dampak global warming :) yang sekarang sedang marak di bicarakan dunia. Tapi yang jelas, sebagai warga yang sudah lama tinggal di pekanbaru, kita tetap merasakan perubahan suhu yang terasa sekali di tubuh.

Di tengah panasnya cuaca siang hari apalagi di tengah jam istirahat maka sebagai mana biasa terjadi kemacetan di simpang jalan durian dan arengka I. APalagi pak polisi yang mangkal di pos dekat simpang tsb terkesan cuek
atau malah malas melihat panasnya cuaca sehingga jalanan itu dibiarkan saja.

Nah yang lebih parahnya lagi, kecenderungan sifat warga kota pekanbaru yang masih minim untuk suka memberi kesempatan kepada orang lain. Sifat ini tercermin hampir disetiap simpang atau u-turn di kota ini. Seolah-olah memberi kesempatan terlebih dahulu kepada orang lain menjadi barang yang mahal harganya.

Kalau kita mau belajar, seperti dari kota besar jakarta, yang saya rasa hampir setiap menit selalu terjadi kemacetan. Kunci utama untuk cepat selesai ialah mau bersabar dan saling memberi kesempatan kepada para pengguna jalan yang lain. Saya tidak bicara tentang moral sopir angkutan umum (sudah tahu semua pastinya) tapi lebih kepada pengemudi kendaraan pribadi.

Masa sih kita punya sifat sama dengan para sopir angkot? Apa yang salah kalo kita memberi kesempatan terlebih dahulu kepada yang lain? Toh nanti mereka juga akan memberi balik kepada kita dikesempatan yang lain. Sehingga yang terjadi adalah saling sruduk yang penting kepala kendaraan bisa masuk. Urusan orang lain belakngan saja. Coba saja perhatikan kalo kita mau melintasi persimpangan atau u-turn di sekitar jalan nangka.

Sudah juelas kita mau putar balik, kebanyakan pengemudi lain akan cuek saja memaksa tidak memberi jalan dan kesempatan dengan ikut menggeser arah mobil mereka mengitari mobil kita yang sedang putar balik. Saya tak tahu apa ini karakter orang-orang sumatera yang di picu panasnya suhu di daerah ini atau karena lain hal?

Mudah-mudahan saja kita sebagai warga kota pekanbaru yang sedang dalam tahap menuju visi 2020 akan tumbuh juga mental dan karakternya secara baik. Nantinya kota ini saya impikan akan menjadi sejuk karean para warga kota pekanbaru yang punya sifat saling memberi dijalan dan selalu tebar senyuman..... mudah-mudahan... amiieen

baca seluruhnya....

Pekanbaru Lovers :