Membaca berita tentang kemarahan pak wako Pekanbaru tentang lamanya pengurusan KTP di harian pagi hari ini memang terasa benarnya. Saya sendiri mengalami bagaimana rendahnya etos kerja pelayanan publik mulai dari kelurahan sampai di kecamatan.
Dimulai dari kantor kelurahan saat meminta surat pengantar ke kecamatan untuk mengambil foto KTP. Petugas di kantor kelurahan labuh baru timur yang notabene seorang ibu yang
sudah tua. Bagaimana kita mau mengharapkan beliau akan dengan cekatan bekerja. Alasan bahwa lurah sedang ada acara seminar selama 3 hari, sehingga waktu menjadi molor. Setelah selesai, biaya yang dibebankan bertambah dari ketentuannya. Tertera di papan kantor lurah itu bahwa yang ada hanya biaya leges Rp. 2.500. Tapi si ibu tadi dengan santai mengatakan ada tambahan biaya administrasi menjadi Rp. 20.000! Yah mau apalagi, terpaksa bayar juga :(
Kemudian saat tiba di kantor kecamatan payung sekaki, listrikpun padam. Sudahlah kantor camat ini letaknya ditengah hutan, jalan jelek, sia-sialah kedatangan kami kesini dan terpaksa diulang besok. Karena kegiatan foto tidak bisa tanpa ada aliran PLN. Beruntung keesokan harinya kami bisa langsung difoto karean listrik masih menyala. Selembar bukti permohonanpun kami terima dengan jangka waktu penyelsaian 2 minggu! Yaaaa.... nunggu lagi deh, baru akan selesai tgl 6 november! Kalo ada razia, tunjukin aja formulir ini, begitu pesan si mbak di kantor kecamatan payung sekaki. Cape deeee......
Pekanbaru Kita
Cerita kota pekanbaru riau terkini berita masyarakat melayu
Monday, October 19, 2009
Urus KTP sendiri,..... BISA!
Saturday, September 19, 2009
Wednesday, July 22, 2009
Wajah Metropolis ?

Gak tahan juga rasanya sudah hampir sebulan ini kita warga Pekanbaru meraskan penderitaan lahir bathin karena asap dan mati lampu. Sebuah lagu lama yang kembali mengumandang di kota ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Lagi-lagi yang paling menderita adalah warga / masyarakat seperti kita-kita ini.
Coba bayangkan, kota yang katanya akan menjadi metropolis dan pusat ekonomi beberapa tahun kedepan ini masih saja belum bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan rumah yang sudah terjadi berulang dari tahun
ketahun. Kalau kita mau melihat sejauh mana pengabdian para pemimpin riau, maka lihatlah sikapnya saat menanggapi bencana asap dan mati lampu seperti sekarang ini. Semua kwalitas mereka terlihat jelas. Ada yang tak mau pusing, ada yang menyalahkan alam dan ada yang pura-pura taka tahu karena kelamaan tinggal dan tugas di luar kota :(
Sampai sejauh ini belum ada kejelasan akan penyelesaian kedau masalah diatas. Kita hanya bisa menunggu alam bermurah hati memberikan hujan agar memadamkan api dan menggenangi PLTA Koto Panjang kembali. Selain itu, tidak ada yang bisa dikerjakan selain membeli bensin untuk jenset atau tidur aja sekalin dikantor heheheh....
Tuesday, June 16, 2009
Pengalaman naik RAL

Hari ini saya coba naik maskapai kebanggaan masyarakat Riau, RAL. Yah walaupun hanya untuk kunjungan dinas kekota Batam. Tapi ternyata malam harinya saya ditelepon adanya penundaan kebarangkatan hampir 3 jam dari schedule mereka.
Esok harinya setelah mencari alternatif penerbangan ke Batam, saya pun mencairkan / refund ongkos di kantor RAL Jl. Sudirman Pekanbaru. Tak ada masalah, hanya diharuskan potong 7% untuk komisi agen. Sayapun
menolak karena itu karena kesalahan pihak RAL sendiri. Akhirnya duit kembali utuh :)
Sampai di kota Batam, sore harinya saya di beritahu lagi adanya penundaan penerbangan esok hari ke pekanbaru dari jam 3 menjadi jam 5.30 sore :( Wuahhh, ampun deh, bagaiman nih RAL yang katanya mau jadi airflight kebanggaan kita. Masak bisa delay sampai berturut-turut seperti itu. Bakalan pulang malam lagi neh.... asem deh.


