Pekanbaru Kita

Cerita kota pekanbaru riau terkini berita masyarakat melayu

Pekanbarukita.com
Tempat Review Hotel & More

Tuesday, June 16, 2009

Pengalaman naik RAL


Hari ini saya coba naik maskapai kebanggaan masyarakat Riau, RAL. Yah walaupun hanya untuk kunjungan dinas kekota Batam. Tapi ternyata malam harinya saya ditelepon adanya penundaan kebarangkatan hampir 3 jam dari schedule mereka.

Esok harinya setelah mencari alternatif penerbangan ke Batam, saya pun mencairkan / refund ongkos di kantor RAL Jl. Sudirman Pekanbaru. Tak ada masalah, hanya diharuskan potong 7% untuk komisi agen. Sayapun
menolak karena itu karena kesalahan pihak RAL sendiri. Akhirnya duit kembali utuh :)

Sampai di kota Batam, sore harinya saya di beritahu lagi adanya penundaan penerbangan esok hari ke pekanbaru dari jam 3 menjadi jam 5.30 sore :( Wuahhh, ampun deh, bagaiman nih RAL yang katanya mau jadi airflight kebanggaan kita. Masak bisa delay sampai berturut-turut seperti itu. Bakalan pulang malam lagi neh.... asem deh.

baca seluruhnya....

Saturday, May 30, 2009

Jalan ke Pekanbaru ... Mau?


Minggu yang melelahkan, sehabis perjalalan dinas ke pulau Batam, balik ke Pekanbaru langsung menghadiri acara ulang tahun surat kabar terbesar di kota Pekanbaru, Riau Pos. Acara yang diselenggarakan di sebuah Hotel terbaru berbintang lima Grand Labersa.

Acara berlangsung dengan meriah, tapi saya tak bisa ikuti sampai habis karena badan masih terasa capek sehabis perjalanan tadi sore. Keesokan harinya, langsung saya menyempatkan diri untuk berjalan kaki menikmati pemandangan di sepanjang pedestrian yang telah selesai
di bangun di Jalan Jend. Sudirman Pekanbaru.

Suasana yang teduh apalagi keadaannya yang bersih membuat banyak orang mulai menyukai nongkrong dan duduk di sepanjang tempat ini. Cuma, ada satu saran untuk pemerintah kota Pekanbaru, agar kalau di malam hari, para penjual makanan disepanjang jalan ini dapat disediakan tempat yang tepat sehingga ini juga dapat menunjang dan menjadi daya tarik buat raga kota :)

P.S : Pengemisnya juga klo bisa di tertibkan :)

baca seluruhnya....

Wednesday, May 6, 2009

Salah Siapa

Keadaan cuaca di kota Pekanbaru seminggu ini terasa sangat-sangat puanassss :) Ampun deh kebangetan panasnya. Kalu pengen, coba aja naik motor di sinag hari walaupun memakai jaket, dapat di pastikan kulit anda akan tetap terbakar berwarna merah he he he....

Namun yang mengherankan, hujan kadang kala turun dengan tiba-tiba dan dalam volume yang luar biasa besar. Seperti dua hari yang lalu, hujan deras di pagi hari membuat lumpuh hampir semua jalan di kota
Pekanbaru. Semua pada kebanjiran.

Alhasil masyarakat pun protes kepada pemerinta kota yang dianggap tidak becus mengurusi tata letak kota ini. Namun yang anehnya, pak Walikota malah menyalahkan masyarakat yang tak mau menuruti aturan-aturan yang dikeluarkan pemerinta kota. Seperti Izin membangun dsb.

Nampaknya antar masyarakat dan pemerintah tak ada yang mau disalahkan. Kita tunggu saja apa langkah konkrit dari semua pihak unutk menanggulangi masalah ini agar tidak semakin membesar di kemudian hari. Ini harus dimulai dari sekarang sebelum Pekanbaru menjadi kota metropolis yang sesungguhnya.

baca seluruhnya....

Tuesday, April 21, 2009

Penerbangan Dari Pekanbaru

Ada cerita menarik dalam perjalanan dari Pekanbaru, saat saya menunggu teman di bandar internasional Soekarno Hatta minggu kemarin. Karena saya menggunakan pesawat Garuda sehingga tiba di terminal yang sama dengan penerbangan internasional lainnya. Saat menunggu di tempat pengambilan bagasi saya tidak keluar dari bandara dan memilih duduk di dalam terminal yang ber-ac.

Tak lama tiba serombongan para TKW yang baru mendarat dari kuala lumpur dan sedang menunggu bagasi mereka di tempat yang tak jauh dari saya duduk. Setelah mereka memegang bagasi masing-masing, mereka
pun digiring menuju satu pintu untuk di'briefing' singkat oleh para petugas di bandara ini.

Mereka di beritahukan semua kewajiban-kewajiban yang harus dibayar sebelum bisa meneruskan penerbangan ke daerah masing-masing. Biaya-biaya itu banyak sekali yang disebutkan oleh para petugas itu. Mereka hanya bisa menurutinya. Para petugas itupun menawari berbagai kebutuhan buat mereka terutama pulsa teltpon. Pulsa berisi 10 ribu mereka jual 50 ribu. Pulsa berisi 25ribu dijual 75ribu. Ampuun deh... kasihan banget ngeliatin mereka yang tak tahu apa-apa itu bisa dijadikan tempat obyekan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

baca seluruhnya....

Pekanbaru Lovers :