
Dua hari yang lalu saya menonton paparan visi dan misi para bakal calon gubernur riau di stasiun TV lokal RTV. Walaupun di setting secara sederhana, saya merasa besyukur juga RTV sudah mau meluangkan waktu untuk meliput dan menggagas acara tersebut.
Tapi dari para calon gubernur yang ada (Gubernur Incumbent tidak hadir....) kalo menurut saya semuanya masih memberikan gambaran visi dan misi yang umum-umum saja kalau tidak mau disebut muluk :)
Ada yang banyak tersenyum dan menjawab dengan pendek tapi praktis, ada yang memberikan gambaran keadaan sekarang yang menurut dia tidak baik, ada yang selalu membawa kata 100 hari setelah terpilih dll dll.... :) Bahkan komentar di sms berjalan
lebih banyak yang bilang :" jangan banyak janji...ntar tidak bisa menepati", ada lagi "Pemimpin jangan janji melulu, buktikan saja". Walaupun ada beberapa sms yang mendukung masing-masing calon (mungkin dari tim sukses... :))
Tapi ada satu penanya (saya lupa siapa) yang selalu mengaitkan pertanyaannya dengan "melayu" (baik itu budaya, kaum, dan bahkan daerah). Pertanyaan-pertanyaan yang sedikit menjurus ke ras suku ini menurut saya kuranglah elok kalo di tanya berkali-kali. Untung saja para Balon Gubernur kita ini memiliki jiwa nasionalisme yang cukup tinggi. Melayu sebagai akar budaya daerah riau tidak lah harus di banding-bandingkan dengan budaya dan ras/suku daerah lain disini. Riau telah menjadi temapt berbaurnya semua suku yang secara nyata telah memberikan perkembangan yang baik pada daerah ini.
Kalo ada anggapan bahwa masyarakat melayu sekarang terpinggirkan/terpojok karena kaum pendatang, itu adalah argumen yang sangat amat SALAH. Mohon lain kali pihak panitia lebih menyeleksi para panelis yang memberikan pertanyaan, agar kita dapat manfaat dari jawaban-jawaban para Balon Gubernur Riau.
Nah, kembali ke perlombaan menuju Riau 1, kalo menurut saya acara seperti ini tidak cukup hany sekali. Perlu ada tahap-tahap wawancara publik lainnya. Atau debat terbuka di lain kesempatan. Sehingga para calon gubernur itu tidak asal ngomong, tetapi dapat kita tagih nantinya saat mereka menjabat.
Foto via : Skycrapercity.com
Cerita kota pekanbaru riau terkini berita masyarakat melayu
Friday, May 30, 2008
Calon Gubernur Riau
Tuesday, May 27, 2008
Tarif Angkot Pekanbaru
Sore kemaren didepan kantor saya di jalan nangka / tuanku tambusai pekanbaru saya dikejutkan oleh ulah beberapa oknum sopir angkutan kota jurusan panam yang menghentikan angkot lainnya untuk di jejerin di jalan tuanku tambusai dekat simp. SKA. Setiap penumpang yang ada di angkot lainnya di suruh turun dan para sopir bergerombol di tepi jalan sambil berdiskusi.
Dengar-dengar rupanya mereka sedang mempersiapkan 'demo' untuk menuntut kenaikan harga BBM. Saya gak tahu pasti kapan. Dapat di mengerti kesulitan para sopir angkot itu. Ditengah naiknya
BBM sebesar 30%, sampai sekarang tarif angkot masih belum ada keputusan resmi dari pemerintah kota pekanbaru tentang berapa besar kenaikannya.
Sudah sepatutnya pemerinta kota pekanbaru bertindak cepat mengumpulkan organda pekanbaru agar ini tidak menjadi preseden buruk dan akan merugikan masyarakat luas.
Berapa naiknya, kita tunggu saja pengumuman resmi dari pemerintah.
Tapi seorang sales kendaraan roda dua justrtu tersenyum melihat tingginya ongkos angkot dikota pekanbaru. Apalagi kalo mau dinaikkan sebentar lagi. Kenapa? rupa-rupanya ini akan mendorong permintaan/pembelian kendaraan roda dua ke angka yang lebih tinggi. Dari pada harus naik angkot, mending nyicil kendaraan motor :) pasti lebih hemat. Selamat menjual! he he he...
Friday, May 23, 2008
Pungutan/Retribusi Di Kota Pekanbaru

Beberapa hari yang lalu saat tim "Humas" KPK mengadaan seminar di sebuah hotel di kota pekanbaru, mereka sempat menyentil tentang begitu banyaknya pungutan yang ada di kota pekanbaru. Bahkan diibaratkan seperti hidup di jaman VOC, karena apa saja dan kalo bisa semua di pajak oleh pemerintah kota pekanbaru.
Salah satu contohnya ialah pajak/retribusi atas tabung pemadam kebakaran. Bisa di bayangkan, bahwa masyarakat yang sudah membeli tabung pemadam kebakaran untuk setiap kantor dan ruko mereka, di wajibkan menyetor retribusinya pertabung setiap tahun kepada pemerintah kota pekanbaru. Pungutan-pungutan yang tidak perlu seperti inilah yang harusnya di kurangi dan dihilangkan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, demikian saran dari mereka.
Selain itu retribusi/pajak daerah sangat rawan sekali untuk di salah gunakan karena pengelolaannya terbatas dan sukar untuk di lakukan audit.
Atas berita tersebut, pak walikota pekanbaru sampai perlu memberikan komentar di sebuah harian bahwa kalo tidak dari pungutan/retribusi yang di himpun dari kota pekanbaru maka kas daerah kota akan sangat kurang sekali. Jadi itu semua di lakukan untuk memenuhi keperluankas daerah kita. Beliau juga mengatkan tidak pernah mendengar keberatan dari para pengusaha karena retribusi tabung pemadam kebakaran itu tidak lebih dari Rp.25 ribu saja. Tapi kalo mau di batalkan beliau juga tidak keberatan tetapi baru akan di lakukan tahun 2009.(he...he...he katanya harus tunggu persetujuan DPRD).
Melihat dan berkaca dari hal sepele itu saya hanya bisa "mengkernyitkan jidat" Kog bisa ya ada dua pandangan dan laporan yang sangat kontras. KPK mendapat masukan bahwa pungutan2 itu cukup memberatkan, sedangkan pihak pemko merasa tidak pernah mendengar keberatan para pengusaha..?!#%@?!!
Saran saya mari kita keluar dari tempat kita memandang untuk bisa melihat segala sesuatunya lebih objectif dan tepat. "Looking from outside the box" Kalo pihak pemko hanya melihat dari kacamata pemerintah daerah maka tidak akan pernah menangkap aspirasi pengusaha. Coba untuk melihat dari sudut pandang yang netral gitu lho pak.
Uang untuk mendanai jalannya pemerintahan di kota pekanbaru memang sangat di perlukan, dan tidak bisa diandalkan hanya adari APBD saja, tetapi pihak pemko harus lebih kreatif menggali dan melihat peluang semua sumber daya yang ada di kota pekanbaru. Misalnya saja, apakah sudah pernah diterapkan pajak/retribusi untuk beberapa aspek yang berkaitan dengan para pengusaha sawit yang sekarang sedang "diatas angin"? Ini hanya usul lho.....
Thursday, May 22, 2008
Last Minute Trip
In this world of speed, it seems we don’t have enough time to prepare the best for tomorrow. But this situation must make us more confident facing unpredictable situation. So many succeed businessman know how to handle it. We can take a lesson from them. As the consequents of their job, they must prepare to moving around the world even they know it at the very last time. The professional businessman doesn’t blame this situation. The just know what to do. Many of them trust this cheaperthanhotels.com to be their travel arranger.
How does it work? Let see, San Francisco is the busiest and one of the
biggest city on the earth. Can you imagine if you must visit this city and you get that task at the last minute? Don’t worry because the Cheaperthanhotel.com will help you the best. You just need to search for San Francisco city and you will get list of hotels to choose. Just choose the hotel suitable to your budget travel cost. You can also make a booking at that time so you just save your room before you reach there. Are you afraid to get lost to reach that hotel? No way, you don’t need to worry about how to reach that hotel. Because the cheaperthanhotels.com also give you the detail map on how to reach your hotel.
The cheaperthanhotels.com service cover another big city etc : Miami, Los Angeles and New York city. This simple and easy way will help you the best arrange your business trip. So don’t waste your time to worry anymore, just take the chance and make it real.
Labels: Pekanbarukita
Story
at
3:12 PM
0
comments